Secret

Detox Kaki: Terapi atau Penipuan?

July 26, 2006 · 2 Comments

Pernahkah anda melihat sistem terapi detox kaki? Jika sering bepergian ke pusat keramaian seperti supermarket atau mal, maka pasti anda pernah melihatnya. Sistem terapi ini bekerja dengan menempatkan kedua kaki peserta terapi ke dalam sebuah bak yang terhubung ke sebuah alat. Terapi ini diklaim berfungsi untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh melalui kaki. Setelah kurang lebih 30 menit, air dalam bak yang tadinya jernih akan menjadi berwarna merah kekuning-kuningan pekat. Zat yang berwarna pekat ini adalah racun yang berasal dari tubuh peserta. Sungguh menakjubkan! Hanya dalam 30 menit sudah sedemikian banyak racun yang berhasil dikeluarkan dari tubuh peserta.

Jika ditanya, para pemasar alat ini –yang seringkali berpakaian putih-putih selayaknya seorang dokter– dengan sigap akan menjelaskan bahwa terapi detox akan mengurangi resiko terkena berbagai macam penyakit mulai dari pusing-pusing sampai kanker dan diabetes.

Yang menjadi pertanyaan: Apakah kenyaatannya benar seperti yang mereka klaim?

Alat detoksifikasi ini dapat dibeli dengan harga sampai jutaan rupiah atau peserta dapat melakukan terapi pada tempat-tempat yang populer dengan nama ‘Foot Spa’ dengan harga antara 100-200 ribu rupiah per sesi. Harga yang tidak mahal –menurut para penjual– jika dibandingkan dengan manfaat yang didapat.

Di Indonesia, media massa beberapa kali mengulas terapi detoks ini. Sayangnya, seluruh artikel-artikel tersebut tak lebih daripada sebuah promosi terselubung. Sebagai contoh adalah artikel “Sehat dengan Detoksifikasi” dari Tabloid Bisnis Uang atau artikel “Detoksifikasi: Bikin Hidup Lebih Hidup” dari Tabloid Senior.

Ray Girvan pada tulisannya “Dodgy Detox” menyimpulkan bahwa semua ini hanyalah sebuah reaksi elektrolisis, suatu topik yang umum pada praktikum anak-anak SD/SMP. Warna merah kekuning-kuningan tersebut adalah besi yang telah teroksidasi yang berasal dari elektroda alat tersebut. Bukanlah suatu kebetulan jika elektroda alat ini perlu diganti dari waktu ke waktu.

As to the brown colour, a number of critics, such as WicklowLass cited below, argue that foot detox machines are simply AC-DC transformers attached to ferrous electrodes that corrode to generate rust when used to electrolyse the saline water in the footbath.

This theory is backed up by some observers who have found by experiment that their feet didn’t need to be in the bath for the brown to appear.

Ben Goldcare dari The Guardian melakukan sebuah penelitian kecil untuk menganalisis kandungan zat air sebelum proses detox dan setelahnya. Kandungan besi setelah ‘terapi’ melonjak sangat tinggi jika dibandingkan sebelumnya. Selain itu, tidak ditemukan urea dan kreatinin pada sampel yang dianalisis, menandakan tidak ada racun yang keluar dari tubuh.

Bravely I sent along my friend Dr Mark Atkins to have himself Aqua Detoxed. He took water samples from the bowl, which we sent off to the Medical Toxicology Unit at New Cross, south-east London. You can only imagine our excitement, especially as they charged us £200 for the analysis. And so - triumphant music - the water taken out before they switched their Aqua Detox machine on contained only 0.54mg per litre of iron (probably from the metal spoon); but afterwards it contained … 23.6mg/l. Our water, from our kitchen table setup, contained 97mg/l (and it was a bit browner).

But did it extract toxins? “Toxin” is classic pseudoscience terminology. Essentially, the Aqua Detox people are offering dialysis, through your feet. Urea and creatinine are probably the smallest molecules - call them “toxins” if you like - that your body gets rid of, in places like urine and sweat: if “toxins” were going to come out, anywhere, you’d expect those to come out, too. There was no urea or creatinine in the water before the Aqua Detox, and there was none in the water afterwards. Which means, I believe, that we win.

Alat ini pun masuk dalam DeviceWatch.org, sebuah situs yang khusus membahas alat-alat medis yang dipertanyakan kebenarannya. Dalam situs ini, Stephen Barrett, M.D. menyimpulkan bahwa alat-alat ini secara medis tidak berguna.

The Guardian Unlimited article has had some impact on how the Aqua Detox and its imitators are marketed. Some marketers admit that the colors are due entirely to electrode conversion, and there is less emphasis on toxin removal and more emphasis on the “balancing” of “energy” that is not measurable with scientific instruments (and is therefore untestable.) But the bottom line is very simple. All such devices should be considered medically worthless.

Talkabouthealthnetwork.com bahkan mengatakan bahwa terapi detox kaki juga memiliki resiko karena reaksi ini melepaskan gas Klorin yang beracun dan Hidrogen yang mudah terbakar. Berhati-hatilah jika menggunakan alat ini. Jangan gunakan alat detoks kaki pada ruangan tertutup karena gas berbahaya akan terkonsentrasi. Atau lebih baik lagi, jangan gunakan alat ini ).

Hydrogen and chlorine gas is given off in this process. The oxygen atoms from the water combine in the liquid with the salt(added to water to improve conductivity) to form hydroxyl ions. The chlorine gas is from the chloride in the salt. The oxygen in the hydroxyl ions stay in the solution.

Given that chlorine gas is poisonous, this process can be potentially be dangerous to your health. And the explosive hazard posed by the hydrogen is another minus.

Mungkin karena Undang-undang perlindungan konsumen yang cukup baik di negara-negara maju, Ray Girvan dalam tulisannya “Bad Science and rusty footbath revisionism” mengatakan bahwa beberapa produsen ‘alat-alat’ tersebut merevisi klaim bahwa ‘racun’ berwarna merah kekuning-kuningan tersebut berasal dari dalam tubuh peserta terapi. Kini mereka mengatakan bahwa warna tersebut berasal dari elektroda pada alat tersebut. Walaupun demikian tentunya manfaat dari alat ini masih belum dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

However did the press manage to arrive at such a misconception? Perhaps via the vendors’ own statements? Hydra Detox (www.hydradetox.com) now says that its machine merely rebalances the body: “This type of machine is described as a detox machine because the response of a rebalanced body is to excrete any excess toxins via the kidneys, liver, bowels and skin AFTER the treatment” (their capitals, not mine). But a Google search finds a repeated occurrence of an older marketing tagline “Hydra Detox Foot Spas, simply immerse your feet in water and watch in amazement as the toxins are released through the pores in your feet”. Similarly, a Google search also finds many sites for Aqua Detox and Bio Detox stating that you’ll “see the excreted toxins in the water”, in texts whose near-identical content suggests that the claim was in their manufacturers’ blurb.

Bagaimana di Indonesia? Saya lihat Indonesia belum memasuki ‘tahapan’ tersebut, mungkin karena perlindungan konsumen yang sangat lemah. Produsen alat-alat tersebut masih bebas mengklaim hal-hal yang jelas-jelas tidak benar.

Update 23 Jun 2006:

Guru Besar FMIPA Unair Prof. Dr. Ir. Suhariningsih bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur telah melakukan penelitian terhadap alat-alat ini.

Dari hasil penelitian, membuktikan bahwa alat itu sebenarnya tidak mempunyai pengaruh apapun terhadap pasien. “Perubahan warna air dari kaki yang direndam, misalnya merah kehitaman atau warna lain, itu sangat tergantung dari konduktor yang direndam atau disalurkan ke dalam air tersebut,” jelasnya.

Update 7 Jul 2006:

Beberapa produsen dari alat ini mengklaim bahwa alat ini sudah memperoleh sertifikasi Class IIa di Eropa. Bagi orang awam, sertifikasi semacam ini bisa menjadi sangat meyakinkan dan seakan-akan alat ini sudah mendapat pengakuan dari para ahli. Tetapi kalau kita mau menelaah lebih lanjut, sertifikasi Class IIa ternyata tidak menyertakan uji klinis! Berikut adalah kutipan wawancara Majalah Medical Device & Diagnostic Industry pada Gordon Higson –ketua komite teknis ISO untuk alat-alat medis–:

In recent years, FDA has become increasingly interested in having device companies develop clinical data about the safety and effectiveness of their products. Is there such an emphasis in Europe?

No. The European approach requires clinical evidence only when the safety of a device cannot be established in the laboratory. But for many devices it is possible to do so, and therefore no clinical data are required.

Even when such data are needed, in Europe the requirement is to show clinical evidence only for safety and performance–not for effectiveness. There is no efficacy requirement in the European law. Our approach is to determine whether the technology performs in accordance with its labeling; we leave it to the medical profession to decide whether one diagnostic or therapeutic methodology is preferable to another for an individual patient.

Are there Class IIa devices that don’t present much danger and, therefore, would not necessarily have to go through much testing?

That’s correct. They have to go through an approval process, but it probably would not involve clinical studies.

Lihat juga diskusi di Quackblog: 1 dan 2.

Penjelasan yang diberikan oleh sebagian besar produsen alat-alat ini tidak meyakinkan secara medis. Tetapi ada beberapa yang memberikan penjelasan yang di mata orang awam terlihat meyakinkan seperti pada situs web Aqua Detox ini. Walaupun demikian, jika dilihat lebih teliti lagi, maka hasil ‘penelitian’ tersebut sama sekali tidak meyakinkan.

Update 16 Jul 2006:

Prof. Suhariningsih dan Drs. Tri Anggoro Priyo melakukan penelitian terapi ion ini di Laboratorium Biofisika FMIPA Universitas Airlangga. Hasilnya? Terapi ion tidak membawa manfaat.

“Dari reaksi elektrolisis tersebut, air yang berwarna kuning, kemerahan dan coklat mengandung Fe 3+, sedangkan air yang berwarna hijau mengandung Ni2+, sedangkan Cl2 justru mengandung gas yang paling berbahaya,” jelas Prof SUHARININGSIH pada suarasurabaya.net.

Hasil analisis menunjukkan bahwa unsur yang pertama kali keluar dari elektroda adalah ion besi (Fe) yaitu kuning coklat, kemudian diikuti oleh ion Ni (nikel) berwarna hijau/hijau tua. Sedangkan ion Cr dan ion Mn selama eksperimen tidak nampak.

Kesimpulannya, warna dan gelembung udara yang dihasilkan oleh terapi ion (katoda-anoda-kaki) dalam satu ember itu berasal dari elektroda (katoda anoda) yang digunakan, bukan dari ion dari tubuh melalui kaki.

http://priyadi.net

→ 2 CommentsCategories: Uncategorized

Penemuan Geofisik Terbaru Membalikan Konsep Tentang Sejarah Bumi

June 15, 2006 · 5 Comments

Planet kita diperkirakan mulai terbentuk 4,5 miliar tahun yang lalu. Sejak itu penampilan aslinya hampir tidak pernah berubah. bumi ini cocok untuk menciptakan dan mengembangbiakkan bentuk kehidupan sejak pertama kali terbentuk. Tim peneliti barat menolak teori tentang bumi seluruhnya diselubungi samudera sebelum spesies laut pertama menginjak daratan.

Penemuan logam langka bumi bernama hafnium bercampur dengan kristal zirconium di Jack Hills, pegunungan di Australia Barat, merupakan indikasinya. Bebatuan di pegunungan itu dianggap paling tua di dunia (diperkirakan berumur 4,4 miliar tahun). Peneliti menggunakan analisa radiosotope untuk melihat apakah lapisan kontinental bumi sudah terbentuk pada 4,4 – 4,5 miliar tahun lalu. Lapisan kontinental berbeda dengan samudra menurut struktur dan ketebalannya. Dulu diperkirakan lapisan kontinental perlahan meleleh ke lapisan samudra.

“Sepertinya bumi terbentuk dalam sekejab mata,” kata salah satu peneliti, Dr. Steven Moses dari Universitas Colorado. “Jika teori ini terbukti benar, semua konsep hari ini tentang terbentuknya bumi harus diperbaharui. Mungkin para peneliti harus belajar dari peradaban Atlantis dan nenek moyang lainnya yang mana ceritanya dianggap sebagai fiksi belaka sebelumnya. Diperkirakan bahwa bentuk kehidupan protein muncul di bumi beberapa miliar tahun yang lalu, kemungkinan peradaban itu tidak kelihatan idealis,” kata peneliti.

Sebuah tim peneliti dipimpin oleh Dr. Moses melangsungkan sebuah penelitian mengenai terbentuknya air. Penelitian itu menunjukkan bahwa air muncul di permukaan bumi sekitar 4,3 miliar tahun yang lalu. Penemuan ini bertentangan dengan teori sebelumnya yang mengatakan bahwa air terkondensasi dari atmosfir 3,8 miliar tahun yang lalu. Menurut para peneliti, penemuan ini menunjukkan bahwa lapisan bumi, samudra, dan atmosfir muncul sejak dari permulaan, planet bumi cocok untuk kehidupan di masa prasejarah itu.

“Puluhan ragam teori tentang asal mula bumi bermunculan dalam sejarah ilmu pengetahuan yang panjang,” kata Valery Rudukov, senior peneliti dari Institute of Physic of Earth dibawah Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia. Teori Buffon dulu cukup popular pada awal abad yang lalu. Menurut teorinya, matahari dulu adalah bongkahan putih-panas ketika bertabrakan dengan komet. Tabrakan ini menghasilkan bongkahan besar panas matahari sehingga menjadi hancur dan berpencaran menjadi beberapa bagian.

Bagian-bagian ini kemudian membentuk planet-planet yang mengelilingi matahari dikarenakan daya sentrifugal dan sentripetal. Menurut teori Buffon, planet-planet mungkin bagian dari benda perbintangan yang bercahaya karena itu mungkin dari mulanya sudah bisa mengeluarkan cahaya. Penurunan temperatur secara perlahan mengakibatkan pembentukan dan evolusi kehidupan. Tetapi, teori yang sama mengatakan bahwa temperatur akan terus menurun. Semua kehidupan organisme yang terbentuk akan semakin berkurang dan musnah pada akhirnya karena proses pendinginan,” kata Dr. Rudakov.

Banyak peneliti menentang teori Buffon. Peneliti yang lainnya mempunyai ide yang berbeda mengenai asal mula kehidupan. Teori perpindahan benua dan beberapa yang lainnya dulu dianggap yang paling benar di jamannya. Tapi tidak satu teori pun dapat menjelaskan bagaimana sesuatu dapat terbentuk miliaran tahun yang lalu. Hipotesa yang berani dari para peneliti Eropa mungkin akan memberikan secercah cahaya mengenai banyak hal.

(Sumber:The Epoch Times)

→ 5 CommentsCategories: Uncategorized

Peradaban Prasejarah yang Musnah

May 31, 2006 · No Comments

Kalangan akademisi modern telah menemukan dalam perjalanan sejarah geologi pernah terjadi beberapa kali kepunahan, dan nyaris memusnahkan segala makhluk hidup. Banyak sekali pembuktian secara langsung tentang perubahan bencana bumi yang berkala. Dilihat dari bukti yang telah ditemukan, bahwa peradaban manusia prasejarah pernah mengalami kepunahan karena berbagai macam perubahan alam dan bencana, seperti gempa bumi, banjir, gunung berapi, tabrakan benda angkasa (termasuk meteorit dan komet), pergerakan naik turun lempeng daratan, perubahan cuaca yang tiba-tiba, dsb.

Sebagai contoh kasus, Atlantis pernah menjadi sebuah daratan yang memiliki peradaban tinggi manusia, namun tenggelam ke dasar lautan dalam sebuah bencana gempa bumi yang dahsyat pada 11.600 tahun silam. Hal itu membentuk sebuah zona di laut China selatan sekarang, laut di daerah ini sangat dangkal, kedalamannya rata-rata hanya 60 meter lebih. Hanya puncak gunung tertinggi di daratan waktu itu yang tersisa di atas permukaan laut, yaitu yang sekarang terletak di negeri kita, Indonesia.

Begitu pula di kedalaman 200 meter bawah laut pesisir pantai Peru, ilmuwan menemukan pilar batu yang dipahat dan bangunan yang mahabesar. Di dasar lautan Atlantik yang berada di sisi luar berhasil diambil 8 gambar dasar laut. Melalui gambar-gambar ini secara jelas tampak sebuah tembok benteng zaman purbakala dan undakan batu. Diperkirakan tenggelam pada 10.000 tahun silam. Di belahan barat perairan segitiga Bermuda juga ditemukan sebuah piramida raksasa yang diperkirakan berumur puluhan ribu tahun.

Dengan demikian, zaman Nabi Nuh juga tidaklah seprimitif yang selama ini kita bayangkan. Hakikatnya pada zaman itu semuanya sudah maju. Ilmu pengetahuan mereka sudah maju pada masa itu. Di kaki gunung Ararat itu saja, para peneliti dan ilmuwan Rusia telah menemukan lebih kurang 500 kesan artefak baterai elektrik purba yang digunakan untuk menyadurkan logam.

Jelas sekali, bahwa bekas peninggalan kota-kota yang pernah mewakili peradaban manusia prasejarah dan memiliki kecemerlangan ini tenggelam ke dasar lautan karena tenggelamnya daratan.

Banjir Dahsyat
Kurang lebih 12.000 tahun silam, peradaban manusia sebelum peradaban kita sekarang pernah mengalami suatu serangan banjir yang sangat dahsyat, dan banjir waktu itu juga mengakibatkan tenggelamnya daratan. Secara berturut-turut arkeolog menemukan sejumlah besar bukti yang secara langsung atau pun tidak mengenai banjir dahsyat yang terjadi waktu itu. Para antropolog juga menemukan bukti melalui penelitian pada suku bangsa yang berbeda di berbagai tempat di dunia tentang legenda asal-usul peradaban bangsa ini.

Legenda kuno dari bangsa yang berbeda di berbagai tempat di dunia secara fundamental melukiskan bahwa manusia pernah berkali-kali mengalami bencana dahsyat yang mematikan, bahkan begitu seragamnya menguraikan bahwa pada suatu periode prasejarah sebelum munculnya peradaban manusia sekarang ini, di atas bumi pernah terjadi suatu banjir dahsyat yang mengakibatkan punahnya seluruh peradaban manusia, dan hanya sebagian kecil manusia yang dapat mempertahankan hidupnya.

Legenda mengenai banjir dahsyat yang sudah diketahui di dunia tercatat ada 6.000 lebih. Seperti misalnya, dalam legenda China dan Jepang, Malaysia, Laos, Thailand, India, Australia, Yunani, Mesir dan Afrika Selatan, Afrika Utara, penduduk asli Amerika Utara, setiap negara serta rumpun bangsa yang berbeda pasti menyimpan sebuah memori tentang peristiwa banjir dahsyat itu. Meskipun legenda-legenda ini terjadi pada setiap bangsa dan budaya yang berbeda, namun semuanya memiliki alur cerita dan tokoh tipikal yang sangat mirip.

Semua bukti dan gejala ini sama sekali tidak dapat diasumsikan sebagai suatu ketidaksengajaan atau pun suatu kebetulan. Proses yang berhubungan dengan banjir dahsyat ketika itu juga diuraikan dalam kitab suci. Meskipun kitab suci merupakan sebuah kitab agama, namun sejumlah besar ahli berpendapat, bahwa yang dilukiskan dalam kitab suci (Alkitab dan Al-Qur’an) adalah sejarah manusia yang sebenarnya.

Ikhtisar dalam Alkitab yang berhubungan dengan banjir dahsyat yang terjadi waktu itu menyebutkan, “Banjir meluap dan menggenang selama 40 malam, air pasang menuju atas, perahu mengambang dari atas permukaan bumi”: “Arus air meluap dahsyat di atas permukaan bumi, seluruh pegunungan tergenang oleh air pasang”: “5 bulan kemudian, perahu berhenti di atas gunung Ararat; dan setelah 4 bulan berlalu, ketika daratan sudah kering, Nabi Nuh meninggalkan perahunya.”

Waktu itu banjir dahsyat sekaligus disertai dengan perubahan daratan dan secara total menghancurkan seluruh peradaban manusia di bumi, hanya sebagian kecil manusia yang dapat mempertahankan hidupnya. Sejumlah besar bekas peninggalan prasejarah yang belakangan ini ditemukan arkeolog, seperti misalnya, daratan Atlantis, budaya Yunani, bangunan di dasar laut dan lain sebagainya kemungkinan besar tenggelam karena banjir dahsyat waktu itu. Ada yang memperkirakan banjir dahsyat itu terjadi 5.000 tahun yang lalu, mengikuti perkiraan ahli anstronomi, perahu Nabi Nuh mulai dibuat pada 2465 SM dan hujan mulai turun pada 2345 SM.

Setelah perahu Nabi Nuh mendarat di gunung Ararat, dimulailah kehidupan baru manusia. Mereka yang selamat mulai menyebar. Begitu pula binatang-binatang. Biji-biji tanaman kembali disemaikan. Karena dianggap melahirkan generasi baru manusia setelah Nabi Adam, Nabi Nuh mendapat gelar The Second Father of Human Being –Bapak Manusia Kedua. Oleh generasi inilah, kebudayaan dan peradaban manusia dikembangkan. Selain di kawasan Ararat, juga di Mesopotamia yang ribuan tahun kemudian menjadi pusat kejayaan Babilonia.
(Sumber: www.renminbao.com)

Akibat Gletser yang Mencair

Sekelompok peneliti underwater surveyors yang diketuai oleh Dr. Robert Ballard, yang juga telah menemukan Titanic, telah menemukan sebuah bangunan lama berusia kira-kira 7.500 tahun di dasar Laut Hitam, dekat pantai Turki. Mereka telah menemukan struktur bangunan dari batu dan kayu di kedalaman beberapa ratus kaki. Penemuan mereka menjadi bukti dari kejadian banjir besar di zaman Nabi Nuh seperti diceritakan di dalam Alkitab dan Al-Qur’an.

Para ilmuwan mempercayai bahwa penemuan tersebut membuktikan keberadaan sebuah kawasan yang telah tenggelam yang disebabkan oleh banjir besar yang melanda sekitar 5000 SM. Menurut teori mereka, banjir besar tersebut disebabkan oleh adanya pencairan gletser dari tanah tinggi di Eropa. “Ini merupakan penemuan yang sangat menakjubkan,” kata Dr. Ballard di dalam rancangan National Geographic Society bertajuk “Research Ship Northern Horizon”.

Ballard menerangkan bagaimana sebuah robot bawah air meninjau 300 kaki di bawah permukaan air, telah menemukan kawasan segi-empat berukuran 12 x 45 kaki persegi, di mana terdapat sebuah struktur dari kayu dan tanah liat yang telah runtuh. “Beberapa artefak yang ditemukan di sana tersimpan rapi yang terdiri dari kayu berukir, beberapa cabang kayu dan peralatan dari batu yang telah runtuh dan diselimuti lumpur,” imbuh Ballard.

Dr. Ballard dan timnya mengawali penelitian di kawasan tersebut setelah dua kapal selam pakar geologi dari Universitas Colombia di New York menyatakan bahwa keadaan tersebut disebabkan oleh banjir besar ribuan tahun sebelumnya. Mereka meramalkan apabila zaman es berakhir 12.000 tahun yang lalu, maka gletser mulai mencair. Kawasan timur Mediterania yang terputus dari Laut Hitam telah menyebabkan Laut Hitam tidak tenggelam oleh air walaupun permukaan air laut yang lain telah naik. Hal ini menyebabkan pada sekitar 7.000 tahun yang lalu, genangan awal di Bosphorus telah pecah menyebabkan air di Laut Mediterania melimpah ke timur menjadi Laut Hitam yang memang terputus dari laut-laut yang lain. Kekuatan limpahan air tersebut diperkirakan 10.000 kali daripada air terjun Niagara.

Mereka menyatakan bukti ilmu pengetahuan, menunjukkan bahwa kulit kerang dari kawasan tersebut berusia lebih 7.000 tahun, manakala kulit kerang dari laut lain berusia sekitar 6.500 tahun. Ballard menerangkan, “Banyak kasus yang terjadi apabila air tawar dari sebuah telaga berubah menjadi air asin dan dampak banjir besar tersebut menyebabkan kawasan daratan yang sangat luas berubah menjadi dasar laut".

(Sumber: James Chapman, Daily Mail, UK, 14 September 2000. Jamil Adimin Research and Graduate School University of Manchester).

→ No CommentsCategories: Uncategorized

Tambang Reaktor Nuklir Jaman Prasejarah

May 13, 2006 · 1 Comment

Pada tahun 1972, ada sebuah perusahaan (Perancis) yang mengimpor biji mineral uranium dari Oklo di Republik Gabon, Afrika untuk diolah. Mereka terkejut dengan penemuannya, karena biji uranium impor tersebut ternyata sudah pernah diolah dan dimanfaatkan sebelumnya serta kandungan uraniumnya dengan limbah reaktor nuklir hampir sama. Penemuan ini berhasil memikat para ilmuwan yang datang ke Oklo untuk suatu penelitian, dari hasil riset menunjukkan adanya sebuah reaktor nuklir berskala besar pada masa prasejarah, dengan kapasitas kurang lebih 500 ton biji uranium di enam wilayah, diduga dapat menghasilkan tenaga sebesar 100 ribu watt. Tambang reaktor nuklir tersebut terpelihara dengan baik, dengan lay-out yang masuk akal, dan telah beroperasi selama 500 ribu tahun lamanya.

Yang membuat orang lebih tercengang lagi ialah bahwa limbah penambangan reaktor nuklir yang dibatasi itu, tidak tersebarluas di dalam areal 40 meter di sekitar pertambangan. Kalau ditinjau dari teknik penataan reaksi nuklir yang ada, maka teknik penataan tambang reaktor itu jauh lebih hebat dari sekarang, yang sangat membuat malu ilmuwan sekarang ialah saat kita sedang pusing dalam menangani masalah limbah nuklir, manusia zaman prasejarah sudah tahu cara memanfaatkan topografi alami untuk menyimpan limbah nuklir!

Tambang uranium di Oklo itu kira-kira dibangun dua miliar tahun, setelah adanya bukti data geologi, dan tidak lama setelah menjadi pertambangan maka dibangunlah sebuah reaktor nuklir ini. Mensikapi hasil riset ini maka para ilmuwan mengakui bahwa inilah sebuah reaktor nuklir kuno, yang telah mengubah buku pelajaran selama ini, serta memberikan pelajaran kepada kita tentang cara menangani limbah nuklir. Sekaligus membuat ilmuwan mau tak mau harus mempelajari dengan serius kemungkinan eksistensi peradaban prasejarah itu, dengan kata lain bahwa reaktor nuklir ini merupakan produk masa peradaban umat manusia.

Seperti diketahui, penguasaan teknologi atom oleh umat manusia baru dilakukan dalam kurun waktu beberapa puluh tahun saja, dengan adanya penemuan ini sekaligus menerangkan bahwa pada dua miliar tahun yang lampau sudah ada sebuah teknologi yang peradabannya melebihi kita sekarang ini, serta mengerti betul akan cara penggunaannya. Hal yang patut membuat orang termenung dalam-dalam ialah bahwa mengapa manusia zaman prasejarah yang memiliki sebuah teknologi maju tidak bisa mewariskan teknologinya, malah hilang tanpa sebab, yang tersisa hanya setumpuk jejak saja. Lalu bagaimana kita menyikapi atas penemuan ini? Permulaan sebelum dua miliar tahun hingga satu juta tahun dari peradaban manusia sekarang ini terdapat peradaban manusia. Dalam masa-masa yang sangat lama ini terdapat berapa banyak peradaban yang demikian ini menuju ke binasaan? Jika kita abaikan terhadap semua peninggalan-peninggalan peradaban prasejarah ini, sudah barang tentu tidak akan mempelajarinya secara mendalam, apalagi menelusuri bahwa mengapa sampai tidak ada kesinambungannya, lebih-lebih untuk mengetahui penyebab dari musnahnya sebuah peradaban itu. Dan apakah perkembangan dari ilmu pengetahuan dan teknologi kita sekarang akan mengulang seperti peradaban beberapa kali sebelumnya? Betulkah penemuan ini, serta mengapa penemuan-penemuan peradaban prasejarah ini dengan teknologi manusia masa kini begitu mirip? Semua masalah ini patut kita renungkan dalam-dalam.

(Sumber: Prehistoric Civilization Inspiration for Mankind)

Asal Peradaban Prasejarah Penemuan reaktor nuklir di Gabon, harus diakui merupakan keunggulan peradaban prasejarah. Pertanyaannya, siapa yang membangun peraban tinggi itu? Saat ini terdapat dua penafsiran dari para ilmuwan mengenai pertanyaan ini. Pertama adalah peradaban itu merupakan peninggalan makhluk angkasa luar yang melakukan penyelidikan di bumi, dan yang kedua adalah sebelum peradaban manusia masa sekarang, pernah ada keunggulan peradaban prasejarah manusia yang bertaraf tinggi.

Karena semakin banyak orang yang percaya dengan penafsiran kedua, maka ada ilmuwan yang mengusulkan diadakannya diskusi mengenai teori peradaban bumi. Arkeolog biologi berpendapat bahwa selama 4,5 miliar tahun munculnya bumi hingga hari ini, sudah mengalami 5 kali kepunahan yang dahsyat, musnah dan terbentuk kembali, berputar dan kemudian memulai lagi, hingga pada kepunahan dahsyat yang terakhir yang terjadi 65 juta tahun lalu. Ada yang menarik kesimpulan berdasarkan hal tersebut di atas, bahwa 2 miliar tahun yang lalu di bumi pernah ada peradaban tingkat tinggi. Namun malang, karena mengalami kepunahan akibat sebuah perang nuklir yang hebat atau perubahan bencana alam yang dahsyat. Perubahan dunia pada ratusan juta tahun yang lalu telah membawa serta semua peninggalan peradaban, dan hanya menyisakan segelintir peninggalan benda-benda purbakala, yang sekarang menjadi sebuah teka-teki tak terpecahkan oleh manusia.

Ada juga yang berpendapat bahwa punahnya peradaban prasejarah manusia yang bertaraf tinggi, dikarenakan perubahan berskala besar pada iklim bumi. Atau dikarenakan kehilangan kestabilan gaya tarik bumi. Di saat sistem tata surya bergerak pada posisi tertentu di ruang orbit bumi, maka secara periodik akan muncul iklim yang tidak serasi dengan kehidupan manusia di bumi. Pada 65 juta tahun yang lampau, musnahnya dinosaurus oleh karena hal tersebut di atas adalah merupakan sebuah contoh. Perubahan iklim secara berkala di bumi ini, mengatur siklus awal dan evolusi makhluk berinteligensi tinggi. Tentu saja, semua ini hanya merupakan pandangan dari sebuah versi atau beberapa penafsiran saja, sedangkan mengenai misteri peradaban prasejarah, kita perlu lebih serius lagi untuk menyelaminya.

referensi:
http://www.wonuc.org/nucwaste/oklo.htm

→ 1 CommentCategories: Uncategorized

Baterai Tenaga Nuklir, Tahan 12 Tahun

May 13, 2006 · No Comments

Para peneliti telah mengembangkan jenis baterai baru yang bekerja dengan proses peluruhan radio aktif dari bahan-bahan nuklir dengan kekuatan 10 kali lipat daripada prototip serupa. Secara teori, baterai tersebut bisa bertahan sepuluh tahun bahkan lebih, tanpa harus diisi ulang.

Umur baterai yang panjang berpotensi untuk digunakan sebagai sumber energi pacemaker (organ buatan yang ditanam di dalam tubuh manusia), baterai pesawat luar angkasa, atau kapal selam.

Kemungkinan, Anda juga bakal melihat baterai bertenaga nuklir tersebut bekerja dengan sensor-sensor dan perkakas-perkakas rumah tangga dalam beberapa tahun ke depan. Khususnya untuk peralatan yang tidak membutuhkan daya besar.

Philippe Fauchet, insinyur elektro dari Universitas Rochester, mengatakan bahwa baterai nuklir bisa menyediakan energi hingga 12 tahun. Saat ini baterai tersebut tengah dirancang di Rochester. Sementara teknologinya di bawah lisensi BetaBatt Inc.

Teknologi yang dikembangkan disebut betavoltaik. Betavoltaik menggunakan wafer silikon untuk menangkap emisi elektron yang dihasilkan gas radioaktif, misalnya tritium. Cara kerjanya mirip pengubahan sinar matahari menjadi listrik dalam sel surya.

Sampai saat ini, betavoltaik belum mampu menghasilkan energi seefisien sel surya. Alasannya sederhana, ketika gas meluruh, elekronnya berpencar ke segala tempat sehingga banyak yang hilang.

"Selama 50 tahun, orang telah mempelajari cara mengubah peluruhan nuklir sederhana menjadi energi yang berguna, tetapi energi yang dihasilkan selalu rendah," kata Fauchet.

"Kami telah menemukan cara menyusun interaksi yang lebih efisien, dan kami berharap penemuan ini akan mendorong dibuatnya jenis baterai yang berumur tahunan," lanjutnya.

Tim peneliti yang dipimpin Fauchet mengatur wafer silikon menjadi jalur tiga dimensi dengan menambahkan pit. Permukaan wafer adalah tempat di mana elektron-elektron ditangkap dan diubah menjadi arus. Setiap pit lebarnya sekitar satu mikron. Tebalnya sekitar 40 mikron.

Tritium sendiri adalah isotop radioaktif hidrogen. Jika dicampur dengan zat kimia yang dapat berpendar, bahan tersebut dapat digunakan untuk menerangi perkakas luas tanpa arus listrik. Biasanya digunakan di sekolah dan bangunan yang lain.

"Bahan tersebut aman dan dapat dimasukkan ke dalam tubuh," kata Fauchet. "Energi yang dipancarkan partikel tritium tidak keluar menembus kulit," lanjutnya.

Tritium hanya memancarkan energi rendah yang dapat dilindungi oleh material tipis misalnya selembar kertas," kata Gadeken dari BetaBatt.

"Segel yang menutup BetaBattery akan mencegah emisi radioaktif keluar, seperti baterai biasa yang melindungi bahan kimia agar tidak mencemari lingkungan," katanya.

Proses pembuatan baterai nuklir seperti pada industri semikonduktor, sehingga tidak ada terobosan dari sisi teknologi yang dibutuhkan untuk membuat baterai. Namun, jangan berharap baterai ini hadir dalam dua tahun mendatang. Fauchet dan timnya masih bekerja untuk memperbaiki proses produksinya, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi baterai.

"Jika hasil penelitian sukses sesuai harapan kami, mungkin tidak lebih dari lima tahun teknologi tersebut siap dipakai," katanya.

(LiveScience.com/Wah)

→ No CommentsCategories: Uncategorized

Rahasia Kebudayaan Bangsa Maya

May 13, 2006 · No Comments

Artikel ini telah dipindah ke Everything About World dengan beberapa keterangan tambahan

Rahasia Kebudayaan Bangsa Maya Banyak orang pernah mendengar legenda budaya bangsa Maya. Selama ini, kesan sebagian besar orang terhadap bangsa Maya tidak terlepas dari suasana hutan belantara di benua Amerika. Menyinggung tentang bangsa Maya, yang terlintas dalam benak sejumlah orang adalah sekelompok orang Indian yang sekujur tubuhnya mengenakan pakaian bulu warna cemerlang, berputar mengelilingi lingkaran di bawah sinar rembulan melaksanakan upacara misterius, di tengah-tengah berdiri dukun sakti yang berilmu tinggi.

(Erabaru.or.id) - Memang benar, bangsa Maya tinggal di Amerika Tengah yang sekarang ini, bekas peninggalan sejarah yang misterius berada di dalam hutan belantara yang terpencil dan sepi, sekalipun begitu, ada beberapa orang yang mengetahui, bahwa bangsa Maya mempunyai hubungan yang sangat erat dengan bangsa Tiongkok dan Mongol di belahan bumi lain yang jauh. Peninggalan batu raksasa dan karya seni bangsa Maya yang mahatinggi, jauh melebihi kehebatan teknologi masa kini. Marilah kita lepaskan prasangka dan persepsi yang telah telanjur tertanam, menyelami kembali bekas kehidupan dan tempat tinggal bangsa Maya, melihat-lihat bagaimana dan apakah sebenarnya bangsa dan kebudayaan Maya.

Proses Penemuan
Bangsa Spanyol masuk ke Amerika Selatan pada abad ke-16, dengan status agresor mereka menjajah daratan yang asli ini. Penduduk Amerika Tengah dan Selatan ketika itu hidup sebagai petani yang primitif, mereka sama sekali tidak berdaya menghadapi kapal dan meriam kuat bangsa Spanyol. Dan dengan cepat, bangsa Spanyol menyebarkan agama mereka ke tempat tersebut, dua orang misionaris yang melihat kepercayaan takhayul dan ilmu sihir penduduk setempat, segera membakar tempat tersebut, mengakibatkan buku kuno yang disembunyikan semuanya terbakar musnah.

Tidak disangka bahwa buku-buku tersebut adalah buku kuno yang mencatat pusaka pengetahuan peninggalan kebudayaan bangsa Maya yang telah lama menghilang, di dalamnya tercatat secara terperinci tingkat ilmu pengetahuan dan budaya mereka yang mahatinggi pada masa itu. Mungkin demikianlah takdirnya, kini para ilmuwan yang menyelidiki kebudayaan Maya hanya bisa menggambarkan kehebatan budaya Maya saat itu secara tambal sulam berdasarkan potongan naskah yang berhasil dikumpulkan.

Bebatuan Raksasa di Hutan
Piramida bangsa Maya dapat dikatakan merupakan bangunan piramida kedua yang terkenal setelah piramida di Mesir. Kedua jenis bangunan piramida ini terlihat tidak begitu sama, warna piramida Mesir adalah kuning keemasan, sebuah piramida bersudut empat yang berbentuk kerucut, agak terkikis setelah berabad-abad tertiup angin dan diterpa hujan. Piramida Maya lebih rendah sedikit, disusun dari bebatuan raksasa yang berwarna abu-abu dan putih, tidak semuanya berbentuk kerucut, di puncaknya ada sebuah balairung untuk memuja dewa. Di sekeliling piramida Maya masing-masing memiliki 4 tangga, setiap tangga memiliki 91 undakan, secara total 4 buah tangga ditambah satu undakan bagian paling atas adalah berjumlah 365 undakan (91 x 4 + 1 = 365), tepat merupakan jumlah hari dalam satu tahun.

Bangsa Maya sangat memperhatikan ilmu perbintangan, baik di dalam maupun di luar bangunan semuanya adalah angka yang berhubungan dengan hukum peredaran benda langit. Selain jumlah undakan tangga, pada 4 bagian piramida masing-masing terdapat 52 buah relief 4 sudut, menandakan satu abad bangsa Maya adalah 52 tahun.

Observatorium astronomi bangsa Maya juga memiliki bentuk bangunan yang sangat spesifik. Dilihat dari sudut pandang masa kini, secara fungsional maupun bentuk luar observatorium bangsa Maya sangat mirip dengan observatorium masa kini, sebagai contoh misalnya menara pengamat observatorium Kainuoka, di atas teras yang indah dan sangat besar pada menara tersebut, terdapat undakan kecil bertingkat-tingkat yang menuju ke teras. Ada beberapa kemiripan dengan observatorium sekarang, juga merupakan sebuah bangunan tingkat rendah yang berbentuk tabung bundar, pada bagian atas terdapat sebuah kubah yang berbentuk setengah bola, kubah ini dalam rancangan observatorium sekarang adalah tempat untuk menjulurkan teropong astronomi. Empat buah pintu di lantai yang rendah tepat mengarah pada 4 posisi. Jendela di tempat itu membentuk 6 jalur hubungan dengan serambi muka, paling sedikit tiga di antaranya berhubungan dengan astronomi. Salah satunya berhubungan dengan musim semi (musim gugur), sedangkan
dua lainnya berhubungan dengan aktivitas bulan.

Menara pengamat observatorium Kainuoka ini adalah peninggalan terbesar dalam sejarah, peninggalan sejarah yang lain juga memiliki bangunan yang serupa. Semuanya dalam posisi yang saling merapat dengan matahari dan bulan. Belakangan ini arkeolog beranggapan bahwa astronom bangsa Maya pada zaman purbakala telah membangun jaringan pengamat astronomi pada setiap wilayahnya.

Dinilai pada masa kini, bangunan tersebut cukup menakjubkan. Piramida Maya misalnya, bagaimanakah caranya memotong bebatuan berukuran sangat besar, diangkut ke tempat yang jauh dalam hutan belantara, bebatuan yang beratnya puluhan ton, ditumpuk hingga mencapai tinggi 70 meter, jika tidak ditunjang dengan alat angkut dan peralatan yang memadai, adalah sangat sulit untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dan suku bangsa yang hidup dalam hutan belantara, mengapa harus mengerahkan upaya dan tenaga sedemikian besar, membangun sebuah jaringan pengamat observatorium? Ditilik dari sejarah, teleskop baru ditemukan pada abad ke-16 oleh Galileo, setelah itu barulah muncul observatorium ukuran besar, dan konsep jaringan pengamat observatorium baru muncul pada zaman modern. Kala itu konsep yang demikian dapatlah dikatakan sangat maju dan canggih.

Hilang Secara Misterius
Lembaran budaya cemerlang yang ditulis bangsa Maya untuk sejarah manusia, telah kita ketahui tingkat keanggunannya. Arkeolog menganggap, kebudayaan bangsa Maya semestinya secara perlahan-lahan terbentuk sejak tahun 2000 SM hingga masa tahun 250 M, setelah tahun 250 M hingga masa tahun 900 M, budaya tersebut memasuki masa keemasan, dan pada abad ke-7 dan 8, memasuki masa yang sangat makmur dan sejahtera.

Tulisan paling dini bangsa Maya muncul menjelang dan sekitar Masehi, namun batu prasasti pertama yang tergali memperlihatkan catatan yang menulis tahun 292 M. Sejak itu, tulisan bangsa Maya hanya tersebar pada areal terbatas. Dan pada tarikh Masehi setelah pertengahan abad ke-5, tulisan bangsa Maya baru secara menyeluruh tersebar ke semua kawasan Maya. Misalnya batu prasasti terakhir diselesaikan pada 869 M, dan batu prasasti terakhir di seluruh kawasan Maya diselesaikan pada 909 M.

Menurut data penelitian: “Suatu hari di tahun 909 M, tanpa sebab yang jelas, 80% bangsa kuno Maya tiba-tiba saja menghilang, tidak hanya meninggalkan kuil yang belum selesai dibangun, bahkan sejumlah besar balairung dewa dan bangunan model raksasa semuanya ditinggalkan begitu saja, terbenam dalam reruntuhan tembok yang roboh. Semua pusat pemujaan juga terhenti aktivitasnya. Kemudian, sejak hari itu, kebijaksanaan leluhur lenyap dengan sangat cepat, dan bangsa Maya yang tertinggal pun mulai berubah menjadi buta pengetahuan dan merosot moralnya.”
Dari bukti penelitian ilmuwan ini, kita dapat memberikan penjelasan yang rasional: Setelah mengalami perkembangan budaya yang tinggi, dikarenakan perkembangan budaya materi, kehidupan bangsa Maya kuno lambat laun merosot, menuju kemerosotan moral masyarakat. Lalu sebagian yang masih disebut kebijaksanaan leluhur itu, pada kenyataannya adalah sekelompok orang yang telah jatuh merosot moralnya, mereka mendorong perkembangan hal yang tidak baik, membuat segenap masyarakat bangsa Maya kuno mengarah menuju kepunahan!

Meskipun terdapat sejumlah dokumen yang tersisa, namun sangat sulit bagi kita untuk memastikan peristiwa mengerikan apa yang sebenarnya terjadi pada tahun 909 M itu, berbagai macam versi hipotesa tentang kepunahan bangsa Maya, misalnya banjir, gempa bumi, angin topan, bencana maupun pendapat lainnya tentang wabah, keracunan massal, penyakit menular, bahkan dikatakan populasi yang membengkak, pembakaran hutan secara berulang kali untuk bercocok tanam yang mengakibatkan tanah gersang, ataupun bencana ekonomi, bahkan dikatakan invasi musuh, perang antarkota, pemberontakan kaum petani maupun masalah sosial seperti bunuh diri massal, dan pendapat lain yang tak terhitung jumlahnya. Apa pun penyebabnya sama sekali tidaklah penting, intinya adalah sejarah sekali lagi telah mempertahankan orang yang baik dan sederhana, sedangkan sebutan “buta pengetahuan dan merosot moralnya” yang digunakan untuk melukiskan keturunan bangsa Maya, hanyalah kaidah yang dilihat oleh mata manusia masa kini,
sangat lugu dan baik seperti tidak berpengetahuan, tidak tahu mengejar keuntungan mendatangkan keputusasaan. Pertanyaannya adalah mengapa sejarah manusia lagi-lagi mencatat lenyapnya umat manusia yang disebut sebagai “kebijaksanaan leluhur”?

(Sumber : Buku “Himpunan Inspirasi Peradaban Prasejarah”)

→ No CommentsCategories: Uncategorized

Penanggalan dan Angka Astronomi Bangsa Maya

May 13, 2006 · No Comments

Artikel ini telah dipindah ke Everything About World dengan beberapa keterangan tambahan

Penanggalan dan Angka Astronomi Bangsa Maya Orang Maya dalam angka penanggalannya menggunakan titik, garis serta tanda kerang-kerangan yang menggantikan nol untuk menyatakan angka.

Angka-angka Arab yang kita kenal sejak kecil, pasti tidak ada orang yang menganggapnya luar biasa. Dia hanya sederetan angka dari 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 hingga 0 saja. Mungkin kita semua tidak mengetahui bahwa gagasan 0 ini dibawa oleh orang Arab dari India ke Eropa, orang Eropa di zaman dahulu kala tidak mempunyai konsep angka yang sesimpel ini. Orang Yunani pintar dalam hal cipta-mencipta, namun mereka menulis angka harus memakai aksara. Sedangkan orang Roma bisa menggunakan angka, tetapi mereka itu hanya bisa menggunakan pola diagram dari empat angka untuk mewakilinya.

Ketika arkeolog mempelajari sistem angka-angka bangsa Maya, mendapatkan bahwa ekspresi angka serta biji sempoa mereka ada kehebatan yang sama dalam penyampaian maksud. Mereka menggunakan tiga simbol yakni: titik, garis horizontal serta simbol kerang-kerangan untuk mewakilkan nol –sudah cukup untuk menyatakan angka apa saja. Teori semacam ini dipergunakan dalam “sistem biner”-nya kalkulator sekarang ini.

Cara menghitung angka semacam ini, bisa dipergunakan pada angka ilmu falak. Dari ukiran tiang batu yang disebut batu prasasti yang ditemukan di Girikua, Guatemala Amerika Selatan, tercatat angka yang sudah berusia 90 juta hingga 400 juta tahun lamanya.

Penanggalan Maya sangatlah rumit, ada yang berdasarkan penanggalan Tzolkin yang 260 hari sebagai siklus, enam bulan sebagai siklusnya penanggalan candra, 29 serta 30 hari sebagai siklusnya penanggalan surya serta penanggalan surya yang 365 hari sebagai siklus dan sebagainya, siklusnya berbeda penanggalannya pun berbeda. Kita dapat ketahui melalui observasi astronomi mutakhir bahwa setahun itu adalah 365, 2422 hari, namun orang Maya jauh-jauh hari sudah mengobservasikan bahwa satu tahun itu ada 365, 2420 hari. Tingkat akurasi yang begitu tinggi, sungguh suatu hal yang sulit dibayangkan.

Satuan yang dipakai untuk menghitung hari bagi orang Maya itu luar biasa sekali, nilai-nilai angka yang sudah diketahui oleh arkeolog adalah sebagai-berikut:

20 hari ialah satu Winar
18 Winar ialah satu Toon sama dengan 360 hari
20 Toon ialah satu Katoon sama dengan 7.200 hari
20 Katoon ialah satu Bagtoon sama dengan 144.000 hari
20 Bagtoon ialah satu Biktoon sama dengan 2.880.000 hari
20 Biktoon ialah satu Karaputoon sama dengan 57.600.000 hari
20 Karaputoon ialah satu Kimkirtoon sama dengan 1.152.000.000 hari
20 Kimkirtoon ialah satu Alatoon sama dengan 23.040.000.000 hari

Mengapa harus mengembangkan bilangan begitu besar? Besarnya satuan bilangan itu sehingga orang modern pun belum menggunakannya. Berdasarkan persepsi ilmu pengetahuan saat ini, mungkin angka-angka tersebut hanya terpakai untuk satu kurikulum saja, yakni ilmu falak. Sering kali astronom menggunakan satuan bilangan yang sangat besar untuk menyatakan jarak antara planet itu sendiri, dan hanya “angka ilmu falak” dari ilmu falak itulah yang begitu besar.

Pemahaman benda angkasa bagi orang Maya itu, jauh melebihi sistem galaksinya. Di luar dugaan bahwa di dalam sebuah penanggalan orang Maya yang disebut Tzolkin itu ada catatan perubahan iklim pada galaksi (Galatic Seasons). Taswin atau penanggalannya orang Maya, telah mencatat perubahan benda-benda angkasa dalam waktu yang panjang, “zaman matahari” mereka ialah sebuah penanggalan sistem galaksi, penanggalan seperti ini, tidak dapat dihitung oleh ilmu pengetahuan sekarang apalagi observasinya.

Dari catatan “zaman matahari” kita mendapatkan orang Maya percaya bahwa cara alam semesta ini berotasi berdasar “sirkulasi besar”, setiap sirkulasi adalah satu “zaman matahari”. Sirkulasi semacam ini hampir mirip dengan “Tian Kan” (10 batang langit) dan “Ti Ce” (12 batang bumi)-nya orang Tiongkok, penanggalan ialah sirkulasi yang tak putus-putus, dan tidak seperti garis lurusnya tarikh Masehi yang tak bertitik akhir. Rupa-rupanya tarikh seperti ini menjadikan hukum rotasi ruang alam semesta yang lebih besar itu melebur menjadi satu, mirip almanak Batang langit dan cabang bumi Tiongkok yang dapat mencatat tahun, bulan, hari bahkan waktu yang disebut suratan delapan huruf dan tanggal lahir itu.

Kalau bertitik tolak dari ilmu pengetahuan modern yang melampaui peradaban untuk mempelajari masih belum ada penjelasan yang akan membuat orang yakin sepenuhnya. Ini berarti ilmu pengetahuan praktis kita ini jauh tertinggal jika dibanding dengan peradaban-perdaban prasejarah itu, dan tak layak disebut ilmu pengetahuan yang sejati.

(Sumber: Prehistoric Civillization Inspiration for Mankind)

→ No CommentsCategories: Uncategorized

Retrogade Motion

May 13, 2006 · No Comments

Ilmu astronomi menyatakan bahwa kecepatan Planet Mars dalam lintasan orbitnya telah berkurang terhadap orbit Timur dalam beberapa minggu terakhir ini hingga ke tingkat yang meragukan geraknya antara timur dan barat. Pada hari Rabu (30 Juli 2004), diperkirakan bahwa pergerakan planet akan berhenti bergerak dari arah timur. Kemudian, pada bulan Agustus dan September 2004, planet Mars akan merubah pergerakan orbitnya ke arah yang berlawanan (yang semula dari timur ke barat, menjadi dari barat ke timur) dimana hal ini berarti bahwa matahari akan terbit dari bagian barat Mars mulai saat ini.

Fenomena yang aneh ini (pergerakan ke arah yang berlawanan) disebut "Retrogade Motion". Para pakar astronomi menyatakan bahwa semua planet di alam semesta ini akan mengalami hal yang sama, setidaknya sebanyak satu kali, dan Planet Bumi kita pun termasuk didalamnya. Planet Bumi akan bergerak ke arah yang berlawanan dan matahari pun akan terbit dari barat

→ No CommentsCategories: Uncategorized

Rahasia Rahasia Gravitasi

May 13, 2006 · No Comments

Maharaja India Ashoka telah mendirikan sebuah organisasi "Sembilan
Lelaki Misterius" yang merupakan para ilmuwan terkenal India yang
dikatakan mengkatalogkan berbagai jenis sumber-sumber sains. Ashoka
telah merahasiakan kerja-kerja mereka semua karena beliau merasa
bahwa penemuan ilmiah yang terbaru itu akan terpasung dari sumber
India kuno itu sendiri dan justru yang akan disalahgunakan bagi
tujuan peperangan yang kejam yang mana tidak diinginkan oleh Ashoka
sendiri. "Sembilan lelaki misteri" telah menulis sembilan buah buku
yang saling berkaitan antara satu sama lain.Buku bertajuk "Rahasia
Rahasia Gravitasi" amat dikenali di kalangan sejarawan tetapi tidak
dianggap oleh mereka sebagai sesuatu yang berkaitan dengan gravitasi
bumi. Ia dianggap masih ada, tersimpan di dalam sebuah perpustakaan
rahasia di India, Tibet, atau di mana-mana (mungkin juga berada di
sekitar Amerika Utara).

Hanya beberapa tahun silam, rakyat China telah menemui beberapa buah
dokumen sanskrit di Lhasa, Tibet serta telah membawanya ke
Universitas Chandrigargh untuk diterjemahkan. Dr. Ruth Reyna dari
Universitas itu menjelaskan bahwa dukumen itu mengandung petunjuk
untuk membuat pesawat luar angkasa! Cara-cara pembuatan mereka,
katanya, adalah anti-gravitasi dan berasaskan kepada satu sistem
analog yaitu "laghima", satu sumber tenaga yang tidak diketahui oleh
manusia modern. Menurut ahli Yoga Hindu, "laghima" ini menjadikan
seseorang itu mempunyai kemampuan untuk terbang.

Dr.Reyna menjelaskan bahwa pada papan mesin ini yang dikenali
sebagai "Astras", dikatakan telah digunakan oleh masyarakat India
kuno untuk membawa satu rombongan manusia ke planet lain, sesuai
yang tertera pada dokumen tersebut, yang mana dikatakan telah
berusia beribu-ribu tahun. Manuskrip itu juga dikatakan telah
memaparkan rahasia "antima" (cara-cara untuk menjadi menghilang)
dan "gerima" (bagaimana untuk menjadi seberat gunung). Pada mulanya
para ilmuwan India tidak begitu serius dengan kandungan manuskrip
tersebut tetapi kemudian mereka menyedari akan hakikat bernilainya
manuskrip tersebut apabila negara China mengumumkan bahawa mereka
akan memasukkan bagian tertentu dari data manuskrip tersebut ke
dalam program kajian angkasa mereka! Ini adalah salah satu contoh
pertama kerajaan untuk mengaku membuat kajian tentang anti-gravitasi.

Walaupun manuskrip tersebut memaparkan secara jelas tentang
rancangan penjelajahan antar planet dan penjelajahan ke bulan tapi
tidak dijelaskan apakah semua perjalananan angkasa itu benar-benar
dilakukan. Walau bagaimanapun satu dari epik terkenal India yaitu
Ramayana, mempunyai satu cerita terperinci tentang satu penjelajahan
ke bulan dengan menggunakan Vimana (atau "Astra"). Malah epik
Ramayana menceritakan dengan terperinci maklumat satu pertempuran di
atas bulan dengan sebuah pesawat "Asvin" (atau Atlantean). Ini
adalah suatu bukti mengenai anti-gravitasi dan teknologi kapal
angkasa telah digunakan oleh masyarakat kuno India.

Untuk benar-benar memahami teknologi tersebut, kita harus meninjau
kembali ke masa lampau, ke Kerajaan Rama di India Utara dan Pakistan
yang terbentuk pada masa sekitar 15.000 tahun silam. Pada masa itu
disebutkan bahwa telah muncul kota-kota canggih yang segala
sesuatunya teratur secara sistematis mulai dari penataan lanscape
sampai saluran air. Ingat bagaimana kisah Nabi Sulaiman yang menawan
Ratu Balqis ? Bagaimana bentuk istananya, sehingga digambarkan
apabila kita berjalan di atas lantai istana itu, seolah-olah kita
berjalan di atas permukaan air ! Mungkin ini ada kaitannya.
Sedangkan di dalam Al-Quran ada disebutkan tentang mukjizat Nabi
Sulaiman yang bisa mengendarai angin. Ini mungkin berkaitan erat
dengan teknologi yang berkembang pada jaman itu.

Bukti keberadaan Rama masih dapat ditemukan di padang pasir Pakistan
utara dan India barat. Rama diperkirakan hidup sejaman dengan bangsa
di Benua Atlantis. Tujuh buah kota besar yang teragung dalam
Kerajaan Rama yang terkenal dengan nama "Tujuh Kota-Kota Rishi"
dalam teks klasik Hindu. Menurut penjelasan teks India kuno,
masyarakat ketika itu mempunyai mesin terbang yang dipanggil
sebagai "Vimanas!" Epiks India kuno telah menjelaskan sebuah Vimana
sebagai satu pesawat yang mempunyai dua dek dan berbentuk bulatan
dengan terdapatnya lubang pada bahagian bawah pesawat dan menara
pada bagian atasnya.Berdasarkan kepada keterangan tersebut kita
mungkin akan mengaitkannya dengan piring terbang alias UFO. Vimana
dikatakan mempunyai kemampuan untuk terbang dengan kecepatan angin
dan mengeluarkan bunyi bermelodi. Terdapat sekurang-kurangnya 4
jenis bagi pesawat Vimana ; sebagian berbentuk piring dan yang lain
berbentuk silinder panjang (kapal angkasa berbentuk kerucut).

Masyarakat India kuno yang menghasilkan kapal sendiri, telah menulis
tentang manual penerbangan berbagai jenis Vimanas, yang sebagian
besar manuskripnya masih dicari-cari para ilmuwan. Sedangkan bgaian
manuskrip yang ditemukan malah telah diterjemahkan ke dalam Bahasa
Inggris. Samara Sutradara adalah satu karya sastra ilmiah yang
berkaitan dengan keberhasilan perjalanan angkasa dengan menggunakan
sebuah Vimana. Terdapat 230 puisi berkaitan dengan cara membuat,
perjalanan sejauh seribu batu, pendaratan secara normal, kecemasan,
dan kisah penerbangan di antara burung-burung!

Pada tahun 1875, sebuah kitab berjudul Vaimanika Sastra ditulis oleh
ilmuwan bernama ditulis oleh ilmuwan Bhara Dewaji yang menggunakan
kitab-kitab yang lebih lama sebagai sumbernya. Kitab itu ditemui di
dalam sebuah kuil di India dan di dalamnya tercantum keterangan-
keterangan yang berkaitan dengan cara mengemudikan Vimana, langkah-
langkah penyelamatan, penerbangan jauh, dan perlindungan terhadap
pesawat dari ancaman badai, kilat, dan petir. Kita itu menjelaskan
bagaimana cara menyerap energi matahari. Vaimanika Sastra (atau
Vymaanika-Shaastra) mempunyai delapan peringkat dengan gambar sketsa
yang menjelaskan tentang tiga jenis kapal udara, termasuk jenis-
jenis yang bisa mudah terbakar atau hancur. Ia juga menerangkan
tentang 31 jenis bagian tertentu bagi kenderaan ini dan 16 bahan
mentah sebagai sumber energinya yang mana bisa juga menyerap cahaya
dan tenaga panas yang sesuai untuk menggerakkan Vimana.

Dokumen ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan bisa
didapat dengan mengirim surat kepada penerbit Vymaani Dashaastra
Aeronotics untuk Maharishi Bharadwaaja. Diterjemahkan ke dalam
bahasa Inggris dan disunting, dicetak dan dikeluarkan oleh En. G.R.
Josyer, Mysore, India, 1979. En. Josyer adalah seorang pengarah bagi
akademi Tehnik Sanskrit Antar Bangsa, terletak di Mysore.

Memang tiada keraguan bahwa Vimana telah digerakkan oleh sumber
energi "anti-gravitasi". Vimana lepas landas secara melintang, dan
dikatakan mampu untuk beterbangan di langit seperti sebuah
helikopter moden. Bharadvajy merujuk bahwa tidak kurang daripada 70
orang pihak pemerintah dan 10 orang pakar penerbangan udara yang
terlibat. Sumber energi ini sekarang telah hilang. Vimana telah
disimpan di sebuah Vimana griha, seperti penyangkut, dan dikatakan
kadangkala dicat dengan sejenis cat putih kekuningan dan kadangkala
dengan sejenis bahan merkuri. Cat putih kekuningan kelihatan
mencurigakan seperti gaselin dan mungkin Vimana mempunyai hitungan
sumber energi yang berlainan termasuk mesin penggerak dan malah
mesin jet saraf. Adalah menarik untuk diketahui bahwa pihak Nazi
juga telah membuat mesin jet saraf praktikal pertama bagi roket V.8
mereka. Kakitangan Hitler dan Nazi juga dikatakan berminat dengan
India kuno dan Tibet sehingga pada awal tahun 30- an telah membawa
satu tim ekspedisi ke dua tempat tersebut setiap tahun, sebagai
usaha untuk mendapatkan bukti kuat dan tidak mustahil jika dikatakan
pihak Nazi mungkin memperoleh panduan ilmiah mereka dari dua sumber
kuno ini.

Merujuk pada Dranaparva yang merupakan sebagian dari epiks
Mahabarata dan Ramayana, Vimana digambarkan berbentuk seperti sebuah
bentuk bujur dan mempunyai kecepatan yang hebat seperti angin kuat,
yang dihasilkan oleh bahan merkuri. Ia bergerak seperti sebuah UFO,
ke atas dan ke bawah, ke belakang dan ke depan seperti yang
diinginkan pilot. Di dalam satu lagi sumber India lain yaitu
Samaranganasutradhara telah menjelaskan bagaimana kenderaan ini
dibentuk. Pada jaman tersebut telah dikenal pemakaian bahan merkuri
sebagai bahan bakar Vimana, melihat gambaran yang dijelaskan oleh
buku itu.

Banyak ilmuwan Rusia terheran-heran saat menemukan catatan berupa
panduan mengemudikan kendaraan yang tertera di bebeperapa dinding
gua di turki dan Gurun Gobi. Dari ukiran dan relief yang terdapat
pada potongan tanah liat dan kaca digambarkan bagaimana sebuah
kendaraan kosmik melaju. Pesawat terbang antar planet itu
dilambangkan dengan segitiga yang di dalamnya terdapat simbol
merkuri.

lanjutannya

Ini jelas menunjukkan bahwa orang-orang India purba telah
mampu mengirim utusan dengan kendaraaan ini dan menjelajahi wilayah
Asia, Atlantis, sampai ke Amerika Selatan……………………………………..Di Mohenjodaro (Pakistan) terdapat manuskrip yang menjelaskan
tentang peperangan Ramayana yang menggunakan segala bentuk
persenjataan dan kendaraan terbang semcam itu. Bayangkan betapa
teknologi laser, jet, dan roket telah ada di kerajaan Ramayana sejak
jamn dulu dan menghancurleburkan peradaban pada jaman itu. Mari kita
simak bait-bait yang tertulis dalam kitab Mahawira dan Bhawabhuti
yang berasal dari abad ke-8: "Sebuah kendaraan udara, Pushpaka
membawa banyak orang ke ibukota ayodhya. Langit dipenuhi berbagai
kendaraan terbang. gelap bagaikan malam, namun terlihat dari cahaya
mereka yang kekuningan."

Malangnya Vimana, seperti kebanyakan ciptaan ilmiah yang lain, telah
digunakan untuk tujuan peperangan. Orang-orang Atlantis menggunakan
kenderaan terbang mereka, "Vailixi" untuk menyerang negeri-negeri
lain dan menguasai dunia. Dalam teks kuno India mereka dikenal
dengan bangsa Aswins. Meskipun tak ada catatan tentang pesawat
Vailixi dari bangsa atlantis sendiri tapi kedatangan mereka ke India
melalui udara banyak sekali diceritakan. Deskripsi Vailixi berbentuk
silinder panjang dan selain dapat terbang juga mampu bergerak di
bawah air seperti kapal selam modern. Kendaraan-kendaraan lain,
seperti Vimana berbentuk seperti piring dan mungkin juga bisa
bergerak di bawah air. Menurut Eklal Kuehshana, penulis "The
Ultimate Frontier", dalam satu artikel yang ditulisnya dalam 1966,
menyatakan bahwa Vailixi yang paling awal dibuat di Atlantis yaitu
kira-kira 20,000 tahun lampau dan bentuk yang paling biasa ialah
bentuk piring dengan tiga ruang mesin dibawahnya." "Mereka
menggunakan satu peralatan mekanikal yang anti-gravitasi dengan
menggunakan tenaga mesin sebesar 80,000 tenaga kuda,"

Dalam teks Mahabarata, salah satu sumber yang menerangkan Vimana,
ada yang menjelaskan tentang kemusnahan yang hebat yang menunjukkan
kesan dari peperangan tersebut: "…(senjata itu merupakan) satu
alat yang mengandung semua energi yang ada di dunia ini. Satu
kepulan asap yang besar dan cahaya yang terang benderang bagaikan
sinaran dari beribu-ribu matahari telah dihasilkannya…Satu
pancaran kilat, satu pembawa pesan maut yang dahsyat, yang
menyebabkan kemusnahan seluruh keturunan Vrishni dan Andhaka..mayat-
mayat mereka terbakar hangus sehingga tidak dapat dikenal pasti.
Rambut dan kuku mereka terlepas; pecah tanpa sebab, dan burung-
burung bertukar menjadi putih.. selepas beberapa jam semua bahan
makan turut tercemar.. untuk mengelakkan diri dairpada api itu, para
laskar terjun ke dalam sungai untuk membersihkan diri mereka dan
peralatan mereka.." Dari penjelasan ini, seolah-olah Mahabrata
sedang menggambarkan satu keadaan peperangan menggunakan bom atom!

Kini pihak Barat telah mampu mengungkap sebagian dari rahasia
gravitasi .. mereka telah mampu mencipta mesin anti- gravitasi dari
penghasil tenaga medan elektromagnetasi yang mereka namakan sebagai
levitasi, namun masih belum lagi dipraktikkan..apakah kita dari Asia
Tenggara harus bersikap acuh tak acuh saja dengan hal ini? Sadarlah.
Rujukan seperti ini bukan hanya satu; peperangan senjata yang
menakjubkan dan kendaraan terbang merupakan gambaran biasa dalam
buku-buku epik India. Terdapat sebuah epik yang menggambarkan
peperangan Vimana-Vailixi di bulan ! Peperangan yang digambarkan
dalam aksi di atas menggambarkan dengan tepat tentang satu kesan
letupan atomik dan kesan radioaktif ke atas penduduk.

Ketika kota besar Rishi di Mohenjodaro (Pakistan) ditemukan oleh
para arkeologi pada akhir abad yang lalu, mereka melihat kerangka-
kerangka yang bergelimpangan di jalan-jalan, ada yang berpegangan
tangan, seolah-olah mereka telah dilanda satu malapetaka yang amat
dasyhat secara tiba-tiba. Pada kerangka-kerangka tersebut terdapat
sisa radioaktif yang tinggi, sama dengan yang dijumpai di Hiroshima
dan Nagasaki. Dari kota-kota kuno yang dibuat dari batu-bata dan
batuan yang telah berubah bentuk, yaitu di India, Irlandia,
Scotlandia, Perancis, Turki dan beberapa tempat lain, tiada
penjelasan yang logik mengenai perubahan itu melainkan akibat
ledakan atomik.

Selain itu, di Mohenjo-Daro, sebuah kota besar yang terancang di
dalam bentuk grid, dengan sistem saluran yang lebih baik daripada
yang terdapat di Pakistan dan India, jalan-jalannya dipenuhi dengan
serpihan "kaca-kaca hitam". Serpihan tersebut kemudiannya dikenal
pasti sebagai tanah-tanah liat yang telah cair akibat kepanasan yang
melampaui batas.

Pasca tenggelamnya Atlantis dan kemusnahan Rama akibat senjata
atomik, dunia untuk sesaat kembali ke zaman batu seperti beberapa
ribu tahun sebelumnya. Namun begitu, nampaknya bukan semua Vimana
dan Vailixi milik Rama dan Atlantis yang hilang. Karena diciptakan
untuk berfungsi selama beribu-ribu tahun, kebanyakan masih bisa
digunakan, seperti yang terdapat dalam karyatulis "Nine Unknown
Men", Ashoka, dan manuskrip Lhasa.

Yang menarik adalah terdapat satu petikan sejarah yang menyatakan
bahwa semasa Iskandar Yang Agung menyerang India lebih daripada dua
ribu tahun lalu, pasukannya telah diserang dengan "perisai yang
berterbangan dan bercahaya" yang menakutkan pasukan tentera dan
pasukan berkudanya. Walau bagaimanapun "piring-piring terbang" itu
tidak menggunakan sembarang bom atom atau senjata lain ke atas
laskar Iskandar.

Di masa itu juga Iskandar menawan India Ramai. penulis yang
menyatakan bahwa kebanyakan masyarakat rahasia telah menyimpan
sebagian Vimana dan Vailixi mereka di dalam gua-gua rahasia di Tibet
atau tempat-tempat lain di Asia Tengah dan Gurun Lop Nor di barat
China yang sampai sekarang dikenal sebagai pusat suatu misteri UFO
yang besar. Mungkin di situlah kebanyakan kapal angkasa disimpan, di
pangkalan bawah tanah yang dibangun oleh pihak Amerika, Inggris, dan
Rusia beberapa dekade yang lalu. Namun kemunculan UFO di masa
sekarang yang begitu sering tetap saja menyisakan banyak pertanyaan
tentang aktivitas mereka.

→ No CommentsCategories: Uncategorized